HAMBATAN DAN SOLUSI KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN

Secara umum hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi dapat berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal).

a. Hambatan internal, berasal dari diri peserta didik atau pembelajar itu sendiri. Dapat berupa hambatan psikologis (minat, sikap, pendapat,kepercayaan, intelegensi, pengetahuan, dll) dan hambatan fisik (kelelahan, sakit, keterbatasan daya indera, dan cacat tubuh).

b. Hambatan eksternal, berasal dari lingkungan pembelajar. Dapat berupa hambatan kultural (adat-istiadat, kepercayaan, norma sosial, dan niali-nilaipanutan) dan hambatan lingkungan (suasana yang panas, bising, danberjubel).

Marhaeni Fajar mengklasifikasikan hambatan komunikasi sebagai berikut:

1. Hambatan dari proses komunikasi

a. Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan. Hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional, sehingga mempengaruhi motivasi yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan,kebutuhan, atau kepentingan.

b. Hambatan dalam penyandian atau symbol, hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga memiliki arti lebih dari satu, symbol yang dipergunakan antara si pengirim dengan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

c. Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi.

d. Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima atau mendengarkan pesan, atau tidak mencari informasi lebih lanjut.

e. Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya, akan tetapi interpretatif, tidak tepat waktu,atau tidak jelas, dan sebagainya.

2. Hambatan fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, misalnya:

a. Gangguan kesehatan

b. Gangguan pada alat-alat komunikasi dan jaringan listrik

3. Hambatan semantik

Kata-kata yang digunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yag berbeda, tidak jelas, atau berbelit-belit antara komunikator dengan komunikan.

4. Hambatan psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi.

Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu :

1. Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan.

2. Perceptual distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandang yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain.

3. Cultural Differences

Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama, dan lingkungan sosial.

4. Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang ataukebisingan, kelas yang berjubel, suara hujan atau petir, dan cahaya kelas yang kurang jelas.

6. Poor choice of communication channels

Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi..

7. No Feed back

Hambatan tersebut adalah ketika seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak ada respon dan tanggapan dari receiver yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh :seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan. Dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon. Dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan yang disampaikan seorang manajer.

Untuk menghindari ataupun mengatasi ganggguan internal Guru harus memfasilitasi peserta didik agar mereka mampu mengungkapkan gagasan atau ide dalam komunikasi baik lisan maupun tulisan. Misalnya, memberi waktu beberapa saat kepada peserta didik, memancing dengan memberikan beberapa kata, ataupun memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menuliskan gagasan atau ide sebelum mengungkapkan secara lisan.

Untuk menghindari atau mengatasi hambatan eksternal, Guru mengatur strategi komunikasi dan pengaturan lingkungan belajar, sehingga komunikasi dapat terlaksana dengan efektif. Contohnya dengan cara mengatur posisi duduk, menggunakan media yang sesuai dan jelas, pemilihan tema pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan adat istiadat, kepercayaan, norma sosial.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s