Perencanaan Pembelajaran

Postingan ini adalah hasil kerja kelompok , berhubung saya sedang ikut diklat Program Sertifikasi Keahlian Ganda IN-1 di SMK Ngambon Bojonegoro yang WOW istimewa sekali aksesnya.

Yaa daripada nganggur karena tugasnya ya cuman ngrangkum , presentasi akhirnya tugas ini saya upload, Semoga bermanfaat !!

 

  1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yaitu perubahan tingkah laku serta rangkaian kegiatan yang harus dilakukan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada.

  1. Penjabaran kegunaan atau fungsi perencanaan pembelajaran dipaparkan sebagai berikut:

a.)  Fungsi kreatif

Pembelajaran dengan menggunakan perencanaan yang matang akan dapat memberikan umpan balik yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang ada sehingga akan dapat  meningkatkan dan memperbaiki program.

b.) Fungsi Inovatif

Suatu inovasi pasti akan muncul jika direncanakan karena adanya kelemahan dan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan tersebut akan dapat dipahami jika kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis dan direncanakan dan diprogram secara utuh.

c.) Fungsi selektif

Melalui proses perencanaan akan dapat diseleksi strategi mana yang dianggap lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Fungsi selektif ini juga berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

d.) Fungsi Komunikatif

Suatu perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan kepada setiap orang yang terlibat, baik guru, siswa, kepala sekolah, bahkan pihak eksternal seperti orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.

e.) Fungsi prediktif

Perencanaan yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan hal yang akan terjadi setelah dilakukan tindakan sesuai dengan program yang telah disusun. Melalui fungsi prediktifnya, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan yang akan terjadi, dan menggambarkan hasil yang akan diperoleh.

f.)  Fungsi akurasi

Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.

g.) Fungsi pencapaian tujuan

Mengajar bukanlah sekedar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. Melalui perencanaan yang baik, maka proses dan hasil belajar dapat dilakukan secara seimbang.

h.) Fungsi kontrol dan evaluatif

Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat ditentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa dan dipahami, sehingga akan dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.

  1. Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan adalah seperangkat asumsi yang mendasari pembelajaran. Pendekatan bersifat aksioma yang menggambarkan hakikat subjek yang akan diajarkan secara benar. Pendekatan proses digunakan pada kurikulum 1984,pendekatan integrative digunakan pada kurikulum 1994,pendekatan kontekstual digunakan pada kurikulum 2004 dan ktsp 2006,pendekatan saintifik digunakan dalam kurikulum 2013

  • Pendekatan Saintifik dalam Proses Pembelajaran

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran semua mata pelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, kemudian menyimpulkan, dan mencipta.

  • Penerapan Model Pembelajaran sesuai dengan Materi Pembelajaran

     Ada tiga model pembelajaran yang dibahas pada bagian ini, yaitu model embelajaran Berbasis Proyek (project based learning), model pembelajaranberbasis masalah, dan model pembelajaran discovery learning.

  1. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
  • Penentuan pertanyaan mendasar
  • Menyusun perencanaan proyek
  • Menyusun jadwal
  • Monitoring
  • Menguji hasil
  • Evaluasi pengalaman
  1. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
  • Orientasi peserta didik kepada masalah
  • Mengorganisasi peserta didik
  • Membimbing peyelidikan individu dan kelompok
  • Mengembakan dan menyajikan hasil karya
  • Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
  1. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

Discovery Learning adalah proses belajar yang didalamnya tidak disajikan suatu konsep dalam bentuk jadi,tetapi peserta didik dituntut untuk mengorganisasi sendiri cara belajar dalam menemukan konsep. prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut: (1) stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan); (2) problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah); (3) data collection (pengumpulan data); (4) data processing (pengolahan data); (5) verification (pembuktian); dan generalization (menarik kesimpulan/generalisasi).

PENGEMBANGAN INDIKATOR DAN INSTRUMEN PENILAIAN

  1. Pengertian Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator, yaitu: (1) indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator; dan (2) indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikator soal.Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar, maka dilakukanlah tes hasil belajar. Tes hasil belajar tersebut dibuat dengan menggunakan kata kerja operasional.

  1. Cara Mengembangkan Indikator

Indikator pencapaian pengetahuan dan keterampilan merupakan ukuran, karakteristik,  tau cirri-ciri yang menunjukkan ketercapaian suatu KD tertentu dan menjadi acuan dalam penilaian KD mata pelajaran. Setiap Indikator pencapaian kompetensi dapat  dikembangkan menjadi satu atau lebih indikator soal pengetahuan dan keterampilan. Untuk mengukur pencapaian sikap,  digunakan indikator penilaian sikap yang dapat diamati.

  1. Mengembangkan Indikator

Untuk menjadi dasar dalam penulisan soal pengetahuan, dapat digunakan kata kerja operasional berikut ini.  Kemampuan mengingat: antara lain mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menelusuri, menulis. Kemampuan  memahami: antara lain memperkirakan, menjelaskan, mengkategorikan. Kemampuan menerapkan: antara lain menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, menggunakan. Kemampuan menganalisis: antara lain menganalisis, menyimpulkan, menemukan. Kemampuan mengevaluasi: antara lain membandingkan, merangkum, memproyeksikan. Kemampuan  Mencipta: antara lain mengabstraksi, meningkatkan, merumuskan, menggeneralisasi, menampilkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s