Sekilas Tentang Manajemen Industri

Apakah manajemen itu
Manajemen adalah suatu proses untuk menetapkan dan mencapai tujuan melalui pemanfaatan lima fungsi dasar dengan menggunakan manusia (human), finansial, bahan (material) dan sumber informasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada definisi ini :
• Manajer membuat keputusan untuk membuat dan mencapai tujuan. Pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari seluruh aktifitas manajemen.
• Manajer melakukan tugas melalui orang. Ketika manajer mendapatkan finansial, bahan, dan sumber informasi untuk organisasi, manajer bekerja melalui anggota organisasi untuk mencapai objectives.
• Untuk mencapai tujuan ini, manajer harus melaksanakan lima fungsi dasar. Fungsi manajemen adalah lima aktivitas dasar yang manajer lakukan untuk mencapai tujuan organisasi : planning, organizing, staffing, directing, dan controlling.

Mitos dan kenyataan dari pekerjaan manajer
Mitos 1 : Manajer adalah pembuat keputusan yang sistematis. Masyarakat percaya bahwa manajer memiliki waktu untuk merencanakan dan bekerja secara sistematis.
Realita : manajer memiliki banyak pekerjaan sehingga hanya sedikit pekerjaan yang dapat direncanakan.
Mitos 2 : Manajer yang efektif tidak memiliki tugas rutin yang harus dilakukan. Berdasar mitos ini, manajer sudah menetapkan semuanya di depan dan tinggal mengawasi jalannya pekerjaan tersebut.
Realita : meskipun tiap hari disibukkan menangani beberapa masalah, manajer memiliki tugas rutin yang harus dilakukan
Mitos 3 : Pekerjaan manajer menjadi sebuah ilmu
Realita : pekerjaan manajer lebih mengutamakan seni daripada ilmu

Tingkat (level) dari manajemen
1. Top manajemen terdiri dari manajer utama dari suatu organisasi-chief executive officer atau presiden direktur-serta satu tingkat di bawahnya (subordinat) yang biasanya disebut vice presiden/wakil direktur. Top manajemen bertanggung jawab terhadap keseluruham manajemen dari suatu organisasi. Bertugas objective dari suatu organisasi, goal (tujuan), dan kebijaksanaan operasional.
2. Midlle manajemen meliputi seluruh manajer yang tingkatannya di bawah vice-president tetapi di atas tingkatan supervisor. Manajer tingkatan ini bertanggung jawab terhadap pelaksanaan objective dan kebijaksanaan yang telah dibuat oleh top manajemen. Beberapa perusahaan memiliki dua atau tiga tingkatan middle manajer. Manajer pabrik dan sales manajer adaloah contoh dari middle manajemen.
3. First Line Manajemen, atau supervisor, adalah manajer pada tingkatan operasional, level terendah dari suatu manajemen. Memiliki tanggungjawab untuk me-manage group tempat mereka berada dan untuk mencapai tingkat kerja yang diinginkan suatu organisasi. Bawahan yang dimiliki manajer ini adalah karyawan bagian operasional.

Area dari Manajemen
Marketing Manager. Manajer pemasaran bertanggung jawab untuk melakukan riset serta pengembangan produk, begitu pula mengenai penetapan harga, promosi, serta strategi distribusi dari suatu organisasi.
Operation Manager. Manajer operasi bertanggung jawab dalam semua aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan produk atau jasa dati suatu organisasi. Mereka menangani pengawasan inventori, plant layout, pengawasan produksi, sera quality control.
Finance Manager. Manajer keuangan bertanggung jawab untuk mengelola asset finansial dari suatu organisasi. Manajer pada bagian ini bertanggung jawab terhadap akuntansi, investasi, budgeting, serta pengawasan finansial.
Human Resourse Manager. Manajer sumber daya bertanggung jawab terhadap semua elemen yang meliputi sumber daya manusia dari suatu organisasi. Tugasnya meliputi rekruitmen, penseleksian, orientasi kerja, dan pengembangan sumber daya yang dimiliki, juga membuat sistem kompensasi bagi karyawan.

Fungsi-fungsi Manajemen

Planning
Planning adalah fungsi manajemen yang utama karena mendasari seluruh fungsi manajemen dan merupakan langkah pertama yang diambil ketika akan melakukan fungsi lainnya. Planning adalah fungsi manajemen yang berusaha untuk mengidentifikasi goal (tujuan) dan jalan alternatif untuk mencapainya. Fungsi ini memetakan tindakan yang akan mengikat individu, departemen, dan keseluruhan organisasi dari hari, bulan, serta tahun yang akan datang. Beberapa tindakan dari perencanaan dapat berupa
• Menentukan bagaimana karyawan dan sumber daya lainnya disusun (organizing)
• Mendapatkan karyawan yang dibutuhkan serta melatih mereka untuk mengerjakan tugas yang telah ditentukan (staffing)
• Mengembangkan dasar untuk lingkungan organisasi dimana kerja akan dicapai (directing)
• Menentukan standar untuk mengukur kemajuan yang telah dicapai menuju objective, dimana kemajuan tersebut akan diukur apakah sesuai dengan keinginan (controlling)
Organizing
Organizing adalah fungsi manajemen yang menitikberatkan pada (1) pembentukan dan pengalokasian sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, (2) menetapkan hubungan kewenangan dari suatu organisasi, dan (3) menciptakan struktur organisasi. Aktifitas penting untuk mencapai tujuan dikelompokkan ke dalam divisi kerja, departemen, serta unit-unit lain berdasar kesesuaian pekerjaan. Msing-masing unit (dan tiap orang dalam unit tersebut) harus memiliki kewenangan yang jelas atau tugas yang terdefinisi serta ke mana dia akan mempertanggungjawabkan tugas tersebut.
Staffing
Staffing adalah fungsi manajemen yang berusaha untuk menarik calon karyawan potensial dan berusaha untuk memperthankan karyawan tersebut bagi organisasi. Staffing juga terlibat dalam menentukan kebutuhan sumber daya manusia bagi suatu industri/organisasi.
Directing
Directing dibuat supaya seluruh anggota organisasi bergerak menuju arah yang sesuai denga objective suatu industri/perusahaan. Directing adalah fungsi manajemen yang memberikan leadership, membuat iklim kerja yang bagus, serta peluang untuk motivasi.
Controlling
Controlling adalah fungsi manajemen yang menetapkan standar, mengukur performa apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan, menganalisa hasil, serta melakukan koreksi jika diperlukan. Fungsi pengawasan sangatlan penting dalam suatu organisasi. Pengawasan berguna untuk mencapai sukses serta mencegah kegagalan dengan jalan mengawasi performa dari individu, departemen, divisi, serta seluruh organisasi.
Proses pengawasan terdiri dari empat langkah dasar yang dapat diterapkan untuk semua jenis kegiatan
• Menetapkan standar yang akan digunakan untuk mengukur kemajuan
• Mengukur performa berdasar standar tersebut
• Mencatat dan menganalisa penyimpangan yang terjadi berdasar standar
• Mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengkoreksi penyompangan yang tidak diinginkan

Fungsi Manajemen pada semua level
Perbedaan terletak pada jumlah waktu dan penekanan masing-masing fungsi juga berbeda.
Top Manajemen, Fungsi perencanaan pada manajer puncak terdiri dari pengembangan tujuan serta objective umum dari suatu organisasi, serta kebijakan utama yang harus dlaksanakan oleh middle serta first line manajer. Organizing pada tingkat atas adalah pengembangkan keseluruhan struktur dari suatu organisasi untuk mendukung rencana serta mendapatkan sumber daya.
Middle manajemen, pekerjaan utama middle manajer adalah mengembangkan strategi untuk melaksanakan konsep dasar yang telah ditentukan oleh top manajemen. Sebagai contoh jika manajer pada Dell Computer memutuskan pendapatan keuntungan 10%, middle manajer harus mendefinisikan tujuan yang mereka miliki untuk mencapai keuntungan tersebut.
First-line Manajemen, first line manajer hanya berkonsentrasi pada tanggungjawab yang mereka miliki.

Peran Manajemen (Management Roles)
Untuk mengerjakan fungsi-fungsi manajemen, setiap manajer harus mempunyai beberapa peran. Role adalah kumpulan harapan untuk tingkah laku manajer. Henry Mintzberg telah menganalisa perilaku manajemen dan menemukan 10 role, yang dapat digolongkan menjadi tiga kategori.
Interpersonal Role
Interpersonal role berperan dalam hubungan antara manajer dengan lainnya. Hal ini timbul dari posisi formalseorang manajer dan kewenangan yang dimiliki.
Figurehead, seorang manajer adalah kepala dari unit kerja, apakah itu divisi, departemen, atau bagian. Karena posisi tersebut, manajer harus secara rutin melakukan beberapa tugas seremonial, seperti menerima tamu, menghadiri pernikahan bawahan.
Leader, manajer harus membuat suatu environment. Manajer akan memeainkan peran sebagai leader untuk meningkatkan kinerja karyawan., mengurangi konflik, memberikan umpan-balik, dan lain-lain.
Liaison, manajer berinteraksi dengan orang lain selain atasan dan bawahan, mereka bekerja dengan manajer dari departemen lain, supplier, pelanggan.
Informational Role
Sebagai hasil dari kontak di dalam atau di luar organisasi, manajer biasanya memiliki lebih banyak informasi disbanding anggota lain di bagian staff
Monitor, manajer secara kontinyu memonitor lingkungan untuk menentukan apa yang sedang terjadi.
Diseminator, manajer memberikan ke bawahan beberapa informasi yang secara normal tidak bisa didapatkan oleh mereka.
Spokesperson, manajer adalah orang yang berbicara mewakili unit kerja ke orang di luar lingkungan itu.
Decisional Role
Peran ini focus pada penetapan dari beberapa pilihan
Entrepreneur, jika seorang manajer dihadapkan pada beberapa ide atau metode baru untuk meningkatkan kerja unitnya, maka manajer harus melaksanakan peran sebagai entrepreneur.
Disturbance handler, ketika bagian dari ligkungan kerja keluar dari pengawasan, maka manajer harus mengangani krisis tersebut.
Resource allocator, manajer menentukan siapa di dalam unit kerjanya yang mendapatkan sumber daya dan bagaimana cara masing-masing untuk mendapatkan hal itu.
Negosiator, manajer dibutuhkan untuk melakukan negosiasi denga supplier dan lain sebgainya.

Kemampuan manajemen (manajement skills) Kemampuan teknik (technical skills)
Meliputi pengetahuan dan kemampuan menggunakan proses, pekerjaan, teknik, serta alat pada spesialisasi bidang yang manajer tersebut berada.
Human Skills
Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Seorang manajer harus berusaha untuk memahami, bekerja dengan, untuk membangun sebuah lingkungan kerja yang baik dari sebuah tim
Kemampuan Konseptual (Conceptual Skills)
Adalah kemampuan untuk melihat sebuah organisasi secara keseluruhan dan melihat bagian yang satu berhubungan dan bergantung dengan yang lain.
Analisis Breakeven
Bagian keuangan juga dapat melakukan analisis breakeven dari suatu produk/jasa yang potensial. Suatu pemunculan output dari suatu perusahaan dapat dilakukan jika sudah dilakukan analisis ekonomi yang lengkap. Analisis ini akan mempertimbangkan fixed cost (biaya tetap) dari kapasitas yang ada, variable cost (biaya variable) dari output, return dari output, serta efek dari jumlah permintaan yang berbeda. Evaluasi seperti ini dinamakan breakeven analysis (juga dikenal dengan analisis biaya-volume-profit). Analisis ini berdasar penyederhanaan laporan income atau untung rigi yang dapat ditulis

Revenue (harga x unit yang terjual)
Dikurangi Biaya variabel (biaya variabel per unit x unit yang terjual)
sama dengan kontribusi margin
dikurangi biaya tetap (fixed cost)
sama dengan untung bersih (net profit)

Variabel cost adalah biaya manufaktur dan biaya penjualan. Biaya akan bervariasi berdasar jumlah barang yang terjual. Fixed cost adalah biaya yang tidak berubah terhadap volume produksi atau jumlah barang yang terjual.Biaya tetap yang tidak akan terpengaruh ketika produksi sedang naik atau turun adalah : biaya sewa gedung, asuransi, depresiasi dari perawatan, biaya administrasi dan lain-lain. Untuk analisis yang lebih jelas kita akan menggunakan persamaan matematik, secara lengkap dapat ditulis :
Revenue – biaya variabel – biaya tetap = net profit
Dimana revenue = harga penjualan x unit yang terjual
Biaya variabel = biaya variabel/unit x unit yang terjual

Jika dapat tuliskan
HP = harga penjualan

U = unit yang terjual

BV = biaya variabel

BT = biaya tetap

NP = net profit
Sehingga persamaan dapat ditulis (HP x U) – (BV x U) – BT – NP
Kemudian volume yang dibutuhkan untuk memenuhi net profit tetap adalah :
U =
Cara lain untuk menemukan titik impas (breakeven point) adalah :
TR (total revenue) = TB (total biaya)
Atau
U(HP) = BT + U(BV)
Sehingga
U =
Teknik breakeven terutama berguna untuk pemilihan produk/jasa dengan mengidentifikasi beberapa informasi :
• Pada volume berapa suatu output akan menguntungkan
• Apakah volume penjualan yang ditargetkan untuk harga yang ditetapkan akan menguntungkan
• Untuk biaya variabel yang diberikan, berapa biaya tetap yang diperlukan sehingga keuntungan bisa didapat.
• Bagaimana volume breakeven akan berubah jika harga harga naik atau turun

Standarisasi memiliki beberapa keuntungan :
• Meminimalkan jumlah komponen (part) yang berbeda untuk stock (simpanan)
• Meminimalkan jumlah peralatan produksi untuk memproduksi output
• Menyederhanakan prosedur operasi sehingga mengurangi pengawasan
• Meminimalkan perbaikan dan dapat melayani masalah yang timbul

Beberapa alternatif untuk mendapatkan kapasitas jangka pendek dikategorikan dalam table 5.3 berikut ini
I. Menambah resource
1. Penggunaan lembur (overtime)
2. Memperkerjakan pekerja paruh waktu (part time)
3. Penggunaan floating workers
4. Meminjam pekerja dan fasilitas
5. Subkontrak
II. Peningkatan Penggunaan Resource
1. Overlap atau Stagger shift
2. Inventory output lebih awal dari permintaan
3. Backlog atau queue demand
III. Memodifikasi output
1. Standarisasi output
2. Membuat penerima/pemakai mengerjakan pekerjaan
3. Merubah operasi jasa menjadi operasi produk yang dapat disimpan
4. Memotong kualitas
IV. Memodifikasi permintaan
1. Merubah harga
2. Merubah promosi
V. Tidak memenuhi permintaan
Tidak mensuplai seluruh permintaan

PROSES TRANSFORMASI

Bentuk dari Proses Transformasi
Proses
Industri proses seperti industri gas, kimia, makanan, karet, tepung semen, cat sangat berbeda dengan bentuk industri lainnya. Operasi dari industri ini sangat terotomatisasi dengan hadirnya peralatan dan alat kontrol (elektronik dan komputer). Karakteristik utama dari industri pemrosesan biasanya terletak pada input bahan baku yang berujud “fluid” (gas, kayu, tepung, susu, dll). Input ini selanjutnya diubah menjadi bermacam-macam output dengan bermacam-macam metode kerja yang biasanya digunakan.
Flow
Karakteristik dari disain proses ini adalah input yang relatif tetap, operasi yang memanfaatkan waktu serta ada outputnya. Dalam proses ini seluruh output akan diperlakukan sama, dan alur kerja relatif berjalan kontinyu, sehingga serng disebut dengan “Flow Shops”. Industri yang memproduksi, atau merencanakan memproduksi jumlah output yang besar tetapi variasi dari output tersebut sedikit mungkin akan memilih metode yang berbasiskan proses aliran (flow process basis).

Keuntungan :
• Biaya per unit yang dibutuhkan adalah rendah, hal ini disebabkan karena adanya spesialisasi pekerjaan, peralatan berkemampuan besar, pembelian bahan baku dalam jumlah banyak, tingkat upah buruh yang rendah, pemanfaatan fasilitas yang efisien, biaya proses inventori yang rendah, serta masalah manajerial yang dapat disederhanakan.
Kerugian :
• Variasi dari output susah untuk didapatkan, bahkan perubahan dalam jumlah output akan sulit dibuat. Perubahan disain produk yang seharusnya banyak dibuat untuk memenuhi selera pasar akan sangat susah dibuat, sehingga akan memperlemah posisi pemasaran dari suatu industri.
• Timbulnya rasa bosan dan hilangnya semangat bekerja dari karyawan yang bekerja di industri tersebut.
• Kerugian lain yang ditimbulkan adalah bila salah satu mesin harus berhenti untuk sesuatu alas an maka proses yang sedang berjalan akan berhenti.
Cell
Produksi dengan metode sel merupakan salah satu tipe proses transformasi yang relatif baru. Metode ini menggabungkan keunggulan dari job produksi dengan flow production untuk mendapatkan tersedianya bermacam-macam jenis pekerjaan dan mengurangi biaya. Bermacam-macam produk atau jasa akan dipisah menurut kelompok yang membutuhkan tahapan pemrosesan yang sama. Sehingga sel yang dibentuk akan melibatkan skill manusia dan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi kelompok produk tersebut. Industri yang menggunakan fasilitas sel ini biasanya berbasiskan tim kerja.
Keuntungan :
• Seluruh keunggulan yang ada di dalam metode flow dan job. Keuntungan lain yang didapat adalah didapatkannya sistem kerja yang berlandaskan tim. Pada sistem sel, seluruh pekerja bertanggung jawab terhadap selesainya seluruh pekerjaan, sehingga akan memberikan tantangan, mendorong terbangunnya komunikasi dan kerjasama tim.
• Keuntungan lainnya adalah biaya minimal yang harus dikeluarkan untuk berpindah ke cellular production
Kerugian :
• Semua kerugian yang terdapat pada metode flow dan job.
• Keseimbangan akan susah didapatkan diantara sel-sel produksi jika permintaan akan salah satu jenis produksi berubah.
• Bentuk sel juga tidak memungkinkan adanya customization
Job
Bentuk job dari proses transformasi mempunyai cirri bahwa staff dan peralatan akan dikelompokkan menurut fungsi yang dimiliki. Tipe dari bentuk proses ini biasanya terdapat ketika output sangat bervariasi bentuknya, meliputi struktur, bahan, maupun proses yang dibutuhkan. Bentuk ini terdapat pada usaha perbaikan mobil, supermarket, dan industri jasa lainnya yang biasanya memenuhi permintaan konsumen (customized).
Keuntungan :
• Kelebihan dalam mengantisipasi permintaan pelanggan, hal ini disebabkan volume output yang diberikan dalam jumlah yang sedikit.
• Kemampuan dalam memproduksi bermacam barang dengan harga yang terjangkau.
• Penggunaan mesin general purposed yang akan berakibat pada murahnya harga mesin, tidak mahalnya biaya pemeliharaan, serta dimungkinkannya modifikasi mesin.
• Tambahnya rasa tanggungjawab di antara pekerja.
• Tidak adanya ketergantungan di antara satu proses kerja dengan proses kerja yang lain, sehingg bila salah satu berhenti bekerja tidak akan mempengaruhi bagian yang lain.
Kerugian :
• Peralatan general-purpose biasanya memiliki kecepatan yang lebih lambat disbanding dengan peralatan special-purpose, berakibat pada besarnya biaya variabel. Tetapi karena jumlah output yang diproduksi sedikit maka secara total biaya produksi akan masih lebih rendah.
• Inventori merupakan salah satu kerugian metode operasi job, hal ini disebabkan karena banyaknya jenis material, sparepart yang harus disimpan untuk memenuhi permintaan output yang selalu berubah.
• Kontrol manajemen pada jobshop biasanya susah dilakukan.
Project
Karakteristik dari bentuk ini adalah pekerjaan tersebut memiliki tenggang waktu tertentu, dan jika outputnya berupa produk, maka produk tersebut tidak berpindah selama pemrosesan, secara umum seoluruh karyawan, bahan, dan peralatan akan dibawa ke output dan diletakkan di dekat tempat dimana proyek tersebut dijalankan.
Keuntungan :
Kemampuan untuk melaksanakan kerja dalam keterbatasan waktu dan keterbatasan biaya (cost constraint)
Kerugian :
Kesulitan dalam pengembangan teknologi dibandingkan dengan metode lain.

Scientific Management
Manajemen operasi moderen dimulai pada tahun 1800-an. Bapak dari manajemen modern adalah Frederick Winslow Taylor. Taylor memiliki filosofi bahwa manajemen yang sukses bukan hasil dari penerapan “teknik” manajemen individual ke pekerjaan, tetapi merupakan pendekatan yang menyeluruh ke operasi bisnis. Taylor percaya bahwa efisiensi bisnis dapat dicapai melalui
• Menggunakan manajer sebagai perencana pekerjaan (work planners) dengan mengumpulkan pengetahuan tentang kerja.
• Memilih, melatih, dan mengembangkan masing-masing pekerja berbasiskan individu
• Berusaha untuk bekerjasama diantara manajemen dan pekerja untuk mendapatkan produksi maksimum dan upah pekerja yang tinggi
• Membagi pekerjaan antara manajemen dan pekerja sehingga masing-masing akan bekerja berdasar kemampuan puncak yang mereka miliki.
Isu Tenaga Kerja
Topik ini akan membahas beberapa hal yang akan berpengaruh terhadap bagaimana aktivitas kerja dan disain pekerjaan dibuat dan hal-hal tersebut dihargai.
Union (Serikat kerja)
Industri cenderung untuk menghalangi unionisasi, bukan karena kekhawatran akan naiknya upah yang harus mereka bayarkan ke pekerja, tetapi karena peraturan kerja yang akan membatasi kemampuan industri untuk meningkatkan produktivitas dan competitiveness.
Otomatisasi (Automation)
Penggunaan peralatan mekanik dan elektronik untuk menggantikan tenaga kerja manusia dikenal sebagai automation. Keuntungan dari automation adalah lebih tingginya output dengan biaya unit yang lebih rendah, berkurangnya jenis pekerjaan yang membahayakan, membosankan, serta kualitas yang lebih tinggi. Kerugian utama yang ditimbulkan adalah tingginya biaya peralatan dan berkurangnya kesempatan kerja.
Motivasi
Tujuan utama motivasi adalah menyediakan lingkungan yang akan memotivasi pekerja ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Apa yang menyusun lingkungan tersebut telah menjadi subyek penelitian pada beberapa waktu yang lampau. Frederic Taylor menjawab dengan : upah yang lebih tinggi untuk pekerjaan yang lebih banyak, bersama-sama dengan pelatihan dan pengembangan. Untuk beberapa saat hal tersebut dinilai sudah cukup, tetapi selanjutnya harus dipikirkan langkah-langkah lain yang harus ditempuh.
• Hubungan Manusia (Human Relations)
Pada tahun 1930 E Mayo dan F.J Roethlisberger dari Harvard University menemukan bahwa factor social dan interpersonal juga memiliki efek yang signifikan terhadap produktivitas pekerja. Kelompok kerja yang terikat erat serta perhatian dari manajemen dapat meningkatkan performa dari pekerja.
• Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Beberapa teori motivasi kontemporer didasarkan pada teori Abraham H. Maslow (seorang psikolog) tentang kebutuhan manusia.
Teori Maslow melibatkan beberapa asumsi
• Manusia secara konstan akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
• Hanya kebutuhan yang tidak terpenuhi yang menentukan behavior (tingkah laku)
• Manusia akan berupaya pertama kali untuk memenuhi kebutuhan dasar

Hirarki Kebutuhan dari Maslow meliputi :
Kebutuhan fisik (Physiological needs)
Kebutuhan Keamanan (Safety needs)
Kebutuhan Sosial (Social needs)
Kebutuhan Kenyamanan (Esteem needs)
Kebutuhan Aktualisasi diri (Self-actualization needs)

menurut Frederick Herzberg, bahwa pekerja akan tidak melakukan yang terbaik sesuai yang diharapkan suatu organisasi. Herzberg mengembangkan suatu teori yang dikenal sebagai two factor theory of motivation. Kesimpulan yang didapat adalah adanya kondisi tertentu dari suatu pekerjaan yang akan mengurangi kepuasan pekerja bila hal tersebut tidak ada. kehadiran dari kondisi ini sangat diharapkan, dan hanya jika hal tersebut tidak ada maka ketidakpuasan akan timbul. Tidak ada nilai positif yang terdapat pada kondisi ini, sehingga tidak ada nilai sebagai motivator. Hal tersebut hanya menghilangkan ketidakpuasan, tetapi tidak menimbulkan kepuasan. Herzberg menyebut hal ini sebagai factor pemeliharaan (maintanance) atau faktor hygiene. Kesimpulan kedua adalah ada kondisi pekerjaan yang disebut oleh herzberg sebagai faktor motivasional yang akan menciptakan tingkat motivasi yang lebih tinggi, dan tidak akan menimbulkan ketidakpuasan jika hal tersebut tidak ada.
Faktor Hygiene Faktor motifasional
• Kebijaksanaan perusahaan dan administrasi
• Achievement
• Supervisi teknik • Recognition
• Hubungan interpersonal dengan supervisor • Kerja itu sendiri
• Kondisi kerja • Tanggungjawab
• Upah • Advancement
• Hubungan interpersonal dengan sesama pekerja (peer) • Kemungkinan untuk pengembangan diri
• Kehidupan pribadi
• Hubungan interpersonal dengan bawahan
• Status

Theory Z
Konsep ini yang ditemukan oleh William Ouchi, menghadirkan alternatif ketiga dari dua pendekatan manajemen : teori X (lazy worker theory), yang beranggapan bahwa manusia sesungguhnya tidak senang bekerja dan harus dipaksa untuk melakukannya, dan teori Y (contented cow theory), yang beranggapan manusia suka bekerja dan jika mereka suka pada pekerjaan itu, maka mereka akan bekerja lebih keras. Teori Z memegang banyak prinsip dari QWL. Penekanan pada teori ini terletak pada komitmen bersama dan loyalitas antara pekerja dan perusahaan, persamaan diantara pekerja, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan
M = mNT
Dimana
M = jumlah jam kerja untuk unit ke-N
M = jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi unit pertama
N = jumlah unit yang diproduksi
R = ekponensial dari kurva yang berhubungan dengan tingkat “learning” (=log [tingkat learning]/0.693)

Fungsi dari Inventori
Transit inventori : terjadi karena sumber bahan baku harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain, sehingga dibutuhkan waktu untuk mengangkut inventori jenis ini, atau dikenal juga dengan istilah pipeline inventori
Buffer inventori : salah satu tujuan memiliki inventori adalah menghadapi adanya ketidakpastian dari suplai dan penawaran. Semakin tinggi tingkat inventori suatu industri semakin tinggi pula kemampuan untuk melayani pelanggan.
Antisipasi inventori : antisipasi dari permintaan yang terjadi di masa yang akan datang adalah alasan suatu industri memiliki anticipation inventories. Perusahaan memilih untuk mempunyai inventori dibandingkan harus beroperasi secara lembur pada saat permintaan meningkat dan menghetikan produksi pada saat permintaan turun.
Decoupling inventori : jarang ditemui suatu proses produksi dimana semua peralatan dan karyawan bekerja pada kecepatan yang sama. Inventori ini timbul karena adanya perbedaan tersebut. Tanpa adanya decoupling inventori, maka operasi dari suatu pabrik harus memiliki peralatan yang bekerja pada kecepatan yang sama untuk menjaga agar proses produksi berjalan dengan lancar, dan jika salah satu mesin mati, maka seluruh operasi industri akan berhenti.
Cycle inventori : cycle inventori timbul karena adanya usaha dari manajemen perusahaan untuk meminimalkan total biaya pemeliharaan dan pemesanan inventori. Seandainya permintaan tahunan dari suatu produk adalah 12.000 unit, manajemen akan memutuskan apakah akan memesan langsung 12.000 unit dan memeliharanya selama setahun ataukah akan memesan 12 kali dengan sekali pesan 1.000 buah. Cycle inventori juga terjadi karena adanya keharusan pembelian bahan baku dalam jumlah tertentu (barrel, ton, dll) sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan yang seharusnya didapatkan.
Bentuk Inventori
Inventori diklasifikasikan dalam empat bentuk utama :
Bahan baku/raw material : adalah komoditi, elemen, dan jenis barang yang diterima/dibeli dari perusahaan lain yang akan digunakan secara langsung pada produksi dari produk akhir.
Intermediaries : biasanya berupa bagian mesin, yang sangat penting untuk produksi, juga dapat berupa “suplai” yang berupa stok yang akan digunakan untuk produksi tetapi secara langsung tidak terkait dengan produk jadi.
Work-in-Process : terdiri dari seluruh bahan baku, bagian, rakitan yang sedang dikerjakan atau dalam proses tunggu untuk diproses dalam sistem produksi.
Barang jadi : adalah stok dari produk yang telah lengkap.

Biaya yang terkait dalam permasalahan inventori
Biaya Pemesanan (Ordering Cost)
Biaya Penyimpanan (Holding Cost)
• Biaya Capital (Capaital Cost)
Termasuk biaya bunga dari uang yang ditanamkan dalam inventori dan pada tanah, bangunan, dan peralatan yang diperlukan untuk menyimpan dan memelihara inventori. Tingkat kebutuhan pada masa ini sekitar 20%.
• Biaya Penyimpanan (Storage Cost)
Meliputi sewa, pajak, dan asuransi untuk bangunan, depresiasi bangunan, pengeluaran untuk perawatan dan perbaikan, pemanas, listrik, penerangan, gaji untuk petugas keamanan dan lain-lainnya, biaya ini dapat berupa biaya tetap, variabel maupun semi-fixed.
• Biaya Resiko (Risk Cost)
Termasuk biaya karena adanya inventori yang sudah kadaluwarsa, asuransi inventori, rusaknya inventori.
• Biaya Stockout
Seandainya inventori tidak tersedia ketika pelanggan membutuhkannya, atau inventori tidak ada dalam proses produksi, terjadilah stockout (tidak adanya stok). Beberapa biaya terkait dengan tipe-tipe dari stockout, stockout pada jenis barang yang diminta konsumen dapat berupa hilangnya penjualan atau permintaan, dan biaya yang berhubungan dengan proses pemesanan kembali barang (tambahnya pekerjaan, biaya pengiriman, dll),
• Biaya kapasitas
Cost of Goods
Pengambilan Keputusan dalam manajemen inventori
Tipe dari sistem manajemen inventori
Reorder Point System
Periodic Review System
Material Requirement Planning (MRP)
Prioritas untuk Manajemen Inventori : Konsep ABC

MATERIALS REQUIREMENT PLANNING

SISTEMATIKA
I. Konsep Dasar
A. Konsep MRP untuk Permintaan Dependen
B. Mekanisme MRP
a. Input MRP
b. Output MRP
c. Perhitungan dalam MRP
d. Penyimpanan Cadangan ( Safety Stock)
II. Penentuan Lot
A. Metode Lot for Lot
B. Metode Trial and Error
C. Metode Wagner-Whitin Algoritm
D. Metode Time-phase Requirement
E. Metode Part Period Balancing
III. Pengembangan MRP
A. CRP (Capacity Requirement Planning)
B. DRP ( Distribution Requirement Planning)
C. MRP II ( Materials Resource System)

3 thoughts on “Sekilas Tentang Manajemen Industri

  1. gufron says:

    Saya suka artikelnya dan bermanfaat, numpang promo ya dan salam kenal

    Dijual tanah 10 hektar dipinggir jalan, daerah cibitung bekasi, 5 hektar sertifikat 5 hektar ajb harga 2,6 juta permeter nego. Tidak banjir. 2 km menuju pintu tol cibitung.

    Dan Tanah sertifikat 1,1 Hektar dipinggir kalimalang harga 2,8 juta permeter nego.

    Lokasinya cocok buat pabrik, gudang industri, pool bus dan kontainer, kantor dll.

    Gufron
    08881764421
    http://tanahdicibitung.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s